Tampilkan postingan dengan label Mu'adz. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mu'adz. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Desember 2011

Ijtihad

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. {Q.s. Al-Hujurat : 1}

Dalam ayat tersebut Allah Swt berfirman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya, yakni jangan berfatwa mendahului Al-Qur'an dan As-Sunnah. Ijtihad berlaku setelah tidak ditemukan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.

Hadits yang diterima oleh Mu'adz radiyyallahu 'anhu, Nabi Saw bertanya kepadanya ketika beliau mengutusnya ke Yaman : "Dengan apa kamu mengambil Hukum?" Mu'adz menjawab: "Dengan kitab Allah Ta'ala (Al-Qur'an). Beliau Saw bertanya lagi: "Apabila kamu tidak mendapatkan (dalam Al-Qur'an)?" ia menjawab: "Dengan Sunnah Rasulullah Saw". Beliau Saw bertanya lagi : "apabila tidak mendapatkan (dalam As-Sunnah)?" ia menjawab : "Aku akan berijtihad dengan pikiranku." Maka beliau menepuk dadanya dan bersabda: Segala puji bagi Allah yang telah memberi taufiq utusan yang diridoi oleh Rasulullah Saw {H.r. Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibn Majah}